Oleh: nasa88 | 14 April 2012

Fungsi Tanah Dalam Pencemaran Lingkungan

Dalam kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari limbah atau buangan dan sampah  yang dihasilkan baik berupa limbah domestik rumahtangga maupun limbah industri. Limbah dapat didefinisikan sebagai hasil dari suatu proses yang memiliki nilai komersial rendah atau hasil yang tidak bermanfaat. Sampah merupakan bahan yang dibuang setelah dimanfaatkan, oleh karena itu perlu diperhatikan perbedaan antara limbah dan sampah. Baik limbah maupun sampah merupakan bahan atau zat pencemar yang bersifat pengotor terhadap lingkungan. Hal ini karena zat pencemar tersebut bersifat racun baik bagi tumbuhan, hewan, maupun manusia. Selain itu sampah dan limbah dapat menimbulkan bau yang tidak sedap, menyebabkan eutrofikasi perairan, dapat meningkatkan temperatur perairan yang dapat menimbulkan permasalahan terhadap biota yang terdapat diperairan tersebut.

Tanah merupakan salah satu unsur lingkungan yang sangat penting terutama dalam kaitannya dengan fungsinya sebagai sistem penyaring, penyangga kimia (buffer), pengendap, pengalihragaman (transformer), serta pengendali biologi. Dalam kaitannya dengan pencemaran lingkungan, fungsi-fungsi tanah tersebut sangat penting peranannya sebagai pelindung dan penetralisir zat-zat berbahaya yang terdapat dalam sampah maupun limbah.

Tanah Sebagai Fungsi Penyaring

Tanah sebagai fungsi penyaring karena tubuh tanah terdiri dari jaringan yang memiliki beberapa lapisan dengan kepadatan dan struktur yang berbeda pada tiap lapisan. Limbah atau sampah padat yang mengandung bahan beracun berupa debu yang mengendap, baik dari udara maupun dari perairan ditahan oleh tanah atas (top soil) sehingga tidak terbawa atau ikut terserap masuk ke dalam tanah (perkolasi). Oleh karena itu tanah bawah (sub soil) dan airtanah akan terhindar dari masuknya zat-zat beracun yang berasal dari limbah maupun sampah tersebut.

Tanah Sebagai Fungsi Penyangga

Sebagai fungsi penyangga tanah memiliki kemampuan untuk menjerap zat-zat beracun yang bersifat cair dan terlarut. Fungsi penyangga tanah tidak terlepas dari kadar lempung terutama mentmorilonit, dan bahan organik yang terkandung di dalam tanah. Fungsi pengendapan secra kimiawi berkaitan dengan pH dan potensial redoks. Denga demikian maka air limpasan (runoff) dan air perkolasi terbersihkan dari zat-zat beracun, oksida-oksida N dan S, sisa pupuk dan sisa pestisida yang terlarut. Penangkapan senyawa-senyawa amonium, nitrat dan fosfat yang terlarut dalam air limpasan dan dalam air perkolasi sebelum masuk ke airtanah untuk menghindarkan eutrofikasi perairan.

Tanah Sebagai Fungsi Pengalihragaman

Sebagai fungsi pengalihragaman tanah memiliki edafon, khususnya flora renik, atas senyawa pencemar organik seperti zat-zat yang terkandung dalam air urin, tinja, kotoran hewan, serta rembesan pestisida organik. Senyawa-senyawa tersebut akan dirombak dan diubah dengan proses mineralisasi dan humifikasi menjadi zat-zat yang tidak berbahaya. Penguraian bahan organik juga dapat menanggulangi pemasukan bahan organik yang mudah teroksidasi ke perairan. Selain itu penguraian bahan organik juga bermanfaat untuk menetralisir penghangatan oksigen terlarut di perairan. Jika terjadi penghangatan perairan dapat mendorong dan memicu pertumbuhan tumbuhan air terutama alga dan enceng gondok yang tidak terkendali.

Tanah Sebagai Fungsi Pengendali Biologi

Sebagai fungsi pengendali tanah berguna untuk menekan serangan penyakit yang bersumber dari tanah. Beberapa jenis penyakit seperti jenis jamur patogen dapat ditekan perkembangannya dengan montmorilonit, koloid humus dan beberapa bakteri tanah. Lempung montmorilonit dapat memperbesar daya saing bakteri melawan jamur dengan cara menjerap miselium jamur yang tidak terjerap oleh bakteri. Dengan demikian lempung montmorilonit memperkuat daya tindih bakteri atas jamur patogen. Dengan demikian tanah yang banyak mengandung lempung montmorilonit atau koloid humus mampu menjalankan fungsinya sebagai pengendali biologi. Tanah yang memiliki kandungan lempung montmorilonit serta kaya akan koloid humus adalah vertisol. Ekosistem tanah yang sehat berarti memiliki keaneragaman edafon, yang menyebabkan tanah mampu serfungsi sebagai pengendali biologi. Dengan demikian maka ketersediaan vertisol serta tanah yang kaya akan bahan organik sangat diperlukan dalam upaya sanitasi lingkungan.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: