Oleh: nasa88 | 21 Mei 2012

Hama dan Penyakit Tanaman Tomat

Tomat banyak disukai masyarakat Indonesia untuk dikomsumsi sebagai bahan pelengkap makanan. Namun budidaya tanaman tomat harus dilestarikan dan jangan sampai punah gara-gara perawatan yang belum mendetail akan gejala hama dan penyakit pada tanaman tomat tersebut.Hama dan penyakit  tanaman tomat bisa anda brantas dan dimusnahkan dari sekarang. Pengetahuan tentang hama dan penyakit tanaman tomat mempengaruhi hasil panen setiap orang yang berbeda. Adapun Hama dan Penyakit yang sering di jumpai pada tanaman tomat adalah sbb :

ULAT BUAH TOMAT  (Heliothis armigera Hubner.)
Ciri-ciri : panjang ulat ± 4 cm dan akan makin panjang pada temperatur rendah. Warna ulat bervariasi dari hijau, hijau kekuning-kuningan, hijau kecoklat-coklatan, kecoklat-coklatan sampai hitam. Pada badan ulat bagian samping ada garis bergelombang memanjang, berwarna lebih muda. Pada tubuhnya kelihatan banyak kutil dan berbulu. Telur berbentuk bulat berwarna kekuning-kuningan mengkilap dan sesudah 2-4 hari berubah warna menjadi coklat. Panjang sayap ngengat bila dibentangkan ± 4 cm dan panjang badan antara 1,5-2,0 cm. Sayap bagian muka berwarna coklat dan sayap belakang berwarna putih dengan tepi coklat.
Gejala : ulat ini menyerang daun, bunga dan buah tomat. Ulat ini sering membuat lobang pada buah tomat secara berpindah-pindah. Buah yang dilubangi pada umumnya terkena infeksi sehingga buah menjadi busuk lunak. Pengendalian:

  1.  ngengat tertarik pada cahaya ultraviolet sehingga dengan sinar tersebut diadakan perangkap;
  2. telur dan ulat adapat dikumpulkan dan dibakar atau dimatikan;
  3.  ditepi kebun ditanam jagung untuk mengurangi serangan pada tanaman tomat;
  4. tanaman liar disekitar areal pertanaman tomat dibersihkan;
  5. disemprot dengan Produk nasa yaitu pestona + aero 810 ( 6 :  1/3 ) tutup / 1 tangki semprot,lakukan penyemprotan 1 minggu sekali.

Kutu daun apish hijau
Kutu ini termasuk famili Aphididae dari ordo Hemiptera yang sering disebut aphis tomat, aphis tembakau atau aphis kentang. Kutu hijau ini menjadi vektor (penyalur) virus sehingga tomat dapat terserang penyakit virus.

Ciri-ciri : kutu ada yang bersayap dan ada yang tidak bersayap. Panjang kutu yang bersayap antara 2-2,5 mm, kepala dan dadanya berwarna coklat sampai hitam dan perutnya hijau kekuning-kuningan. Ukuran antena sepanjang badannya. Panjang kutu yang tidak bersayap antara 1,8-2,3 mm berwarna hijau kekuning-kuningan.

Gejala:  daun tomat yang diserang bentuknya jelek, keriting, kerdil, melengkung ke bawah, menyempit seperti pita, klorosis, mosaik dan daun menjadi rapuh.
Pengendalian :

  1.  gulma di sekitar areal tanaman tomat harus dibersihkan karena dapat menjadi tempat berlindung kutu;
  2. pengendalian secara mekanis dapat dilakukan dengan cara dipijit sehingga kutu aphis tersebut mati;
  3.  pengendalian dengan cara pemakaian produk Nasa yaitu BVR + Aero-810 ( 2 sendok makan + 1/4 tutup ) per tangki,lakukan penyemprotan 1 minggu sekali.

Lalat putih (kutu kabut, kutu kepul)
Kutu ini termasuk famili Aleyrodidae dari ordo Hemiptera. Kutu ini bila terganggu akan berhamburan seperti kabut atau kepul putih.

Ciri-ciri : Panjang kutu putih dewasa hanya ± 1 mm berwarna putih kekuning-kuningan, tertutup tepung seperti lilin putih, memiliki 2 pasang sayap berwarna putih dengan bentangan ± 2 mm, dan bermata merah. Lalat putih betina berukuran lebih besar daripada lalat jantan. Telur berbentuk elips sepanjang antara 0,2-0,3 mm. Panjang pulpa ± 0,7 mm, berbentuk oval serta datar dan badannya seperti sisik pada daun.
Gejala : tanaman tomat yang terserang seperti diselimuti tepung putih yang bila dipegang akan berterbangan. Serangan mengakibatkan pertumbuhan tanaman terhambat/kerdil, daun mengecil, dan menggulung ke atas.
Pengendalian:

  1. digunakan musuh alami hama, misalnya beberapa jenis tabuhan yang merupakan parasit lalat putih dan beberapa jenis lembing guna memakan telur lalat putih;
  2. gulma di sekitar tanaman tomat harus dibersihkan supaya tidak menjadi inang lalat putih;
  3.  tanaman tomat terserang virus harus segera dicabut dan dibakar;
  4. penyemprotan Produk Nasa  yaitu BVR + Aero-810 ( 2 sendok makan + 1/4 tutup ) per tangki,lakukan penyemprotan 1 minggu sekali.

Kutu daun thrips
Kutu daun thrips termasuk famili Thripidae dari ordo Thysanoptera.

Ciri-ciri:  panjang thrips antara 1-1,2 mm, berwarna hitam, bergaris merah atau tidak bercak merah. Nimfa (thrips muda) berwarna putih atau putih kekuningan, tidak bersayap dan kadang-kadang berbercak merah. Thrips dewasa bersayap dan berambut berumbai-rumbai. Telur thrips berbentuk seperti ginjal atau oval.
Gejala: Thrips mengisap cairan pada permukaan daun dimana daun yang telah diisap menjadi berwarna putih seperti perak karena udara masuk ke dalamnya. Bila terjadi serangan hebat, daun menjadi kering dan mati. Tanaman muda yang terserang akan layu dan mati.

Pengendalian:

  1. tanaman yang kekurangan air lebih banyak diserang thrips. Untuk itu, tanaman tomat harus disiram dengan air yang cukup;
  2. gulma di areal tanaman tomat harus dibersihkan agar tidak menjadi tempat berlindung thrips;
  3. lakukan penyiraman  Produk Nasa yaitu Natural Glio + super nasa + poc nasa ( 1 kotak + 2 botol ( @250gram) + 1 botol ) larutkan ke 50 liter air,siramkan ke tanaman 250 cc/batang.lebih efektif di siramkan dari awal tanam.
  4. apabila sudah terserang hama tersebut,lakukan penyemprotan produk Nasa yaitu PENTANA + Aero-810 ( 3 + 1/4 )tutup / tangki semprot,lakukan penyemprotan 1 minggu sekali.

Lalat buah
Lalat ini termasuk famili Trypetidae (Tephritidae) dari ordo Diptera.

Ciri-ciri : mempunyai sayap transparan sepanjang 5-7 mm, panjang badan 6-8 mm. Perut berwarna coklat muda dengan garis melintang berwarna coklat tua, dada berwarna coklat tua dengan bercak kuning atau putih. Belatung muda berwarna putih, tetapi bila dewasa berwarna kekuning-kuningan. Panjang belatung ± 1 cm. Belatung ini terletak di dalam daging buah. Telur lalat berukuran kecil-kecil, panjangnya ± 1,2 mm, kedua ujungnya runcing, dan berwarna putih.
Gejala: buah tomat menjadi busuk karena terserang cendawan atau bakteri. Bila buah dibuka akan kelihatan ada belatung berwarna putih. Belatung dewasa berwarna kekuning-kuningan dan bila disentuh akan melenting sejauh ± 30 cm untuk menyelamatkan diri.
Pengendalian:

  1. pada waktu mencangkul, tanah harus dibalik dan dibiarkan beberapa hari sampai beberapa minggu agar terkena sinar matahari sehingga pupa lalat mati
  2. ditangkap dengan menggunakan Produk Nasa yaitu Metilat,dengan cara di oleskan di botol warna putih lalu di tancapkan sekitar 20 Pcs dengan jarak sekitar 20 m.
  3. buah yang terserang segera dipetik dan dibakar;
  4. gulma di daerah pertanaman tomat harus selalu dibersihkan.

Penyakit busuk daun
Penyebab: cendawan Phytophthora infestans (Mont.) de bary.

Gejala: daun tomat yang terserang berbercak coklat sampai hitam. Mula-mula pada ujung atau sisi daun, hanya tampak beberapa milimeter, tetapi akhirnya meluas sampai ke seluruh daun dan tangkai daun. Penyakit ini mulai menyerang pangkal buah, yang menimbulkan bercak berair yang berwarna hijau kelabu sampai coklat.
Pengendalian:

  1. lakukan penyiraman  Produk Nasa yaitu Natural Glio + super nasa + poc nasa ( 1 kotak + 2 botol ( @250gram) + 1 botol ) larutkan ke 50 liter air,siramkan ke tanaman 250 cc/batang.lebih efektif di siramkan dari awal tanam.
  2. tanaman yang telah terserang segera dicabut dan dibakar;
  3. tanaman yang sakit tidak boleh dipendam di areal pertanaman tomat;
  4. menanam varietas tomat yang resisten;
  5. melakukan rotasi tanaman;
  6. tanah yang telah dicangkul dibiarkan beberapa waktu agar terkena sinar matahari;
  7. disemprot dengan Produk Nasa yaitu Natural Glio + Gula Putih ( 2 sendok + 5 sendok  )makan/ tangki semprot.

Penyakit busuk buah Rhizoctonia
Penyebab: cendawan Thanatephorus cucumeris (Frank) Donk.

Gejala: muncul bercak cekung kecil berwarna coklat. Bercak ini membesar dan timbul lingkaran-lingkaran sepusat. Warna bercak menjadi coklat tua dan bagian tengahnya sering kali retak.
Pengendalian:

  1. air pengairan harus bersih dan bebas penyakit;
  2. penanaman jangan terlalu dalam;
  3. diberi lanjaran supaya buah tomat tidak menyentuh tanah;
  4. diberi mulsa plastik transparan;
  5. menanam varietas tomat yang resisten;
  6. melakukan rotasi tanaman;
  7. gulma dan sisa-sisa tanaman sakit harus dibersihkan dan dibakar;
  8. disemprot dengan Produk Nasa yaitu Natural Glio + Gula Putih ( 2 sendok + 5 sendok  )makan/ tangki semprot.

Penyakit layu
Penyebab: Pseudomonas solanacearum (E.F. Sm) E.F.Sm.

Gejala: tanaman yang diserang penyakit ini lebih cepat layu. Tanaman yang telah terinfeksi daunnya masih hijau tetapi kemudian tiba-tiba layu, terutama pucuk daun yang masih muda, dan daun bagian bawah menguning. Tanaman yang terinfeksi menjadi kerdil, daun menggulung ke bawah, dan kadang-kadang terbentuk akar adventif sepanjang batang tomat. Tanaman yang terserang biasanya akan roboh dan mati.
Pengendalian:

  1. lakukan penyiraman  Produk Nasa yaitu Natural Glio + super nasa + poc nasa ( 1 kotak + 2 botol ( @250gram) + 1 botol ) larutkan ke 50 liter air,siramkan ke tanaman 250 cc/batang.lebih efektif di siramkan dari awal tanam.
  2. melakukan rotasi tanaman dan tidak boleh menanam jenis-jenis tanaman yang termasuk famili Solanaceae;
  3. gulma di areal pertanaman dibersihkan;
  4. menanam varietas tomat yang resisten;
  5. tanaman yang sakit dicabut dan dibakar;
  6. tanah yang telah dicangkul dibiarkan beberapa waktu agar cukup terkena sinar matahari.

Penyakit layu fusarium
Infeksi terjadi lewat akar, kemudian menyerang jaringan pembuluh. Jaringan xylem yang terserang warnanya menjadi coklat dan serangan ini dengan cepat menuju ke atas. Aliran air ke daun akan terhambat sehingga daun akan layu dan menguning. Cendawan ini membentuk polipeptida (likomarasmin) yang menggangu permeabilitas membran plasma, sehingga perjalanan air dari bawah ke atas terhambat.
Gejala: pada malam hari sampai pagi masih kelihatan segar, tetapi setelah ada sinar matahari dan terjadi penguapan, tanaman tersebut menjadi layu. Sore hari mungkin masih dapat segar lagi tetapi keesokan harinya mulai layu lagi. Akhirnya, tanaman layu akan mati.
Pengendalian:

  1. lakukan penyiraman  Produk Nasa yaitu Natural Glio + super nasa + poc nasa ( 1 kotak + 2 botol ( @250gram) + 1 botol ) larutkan ke 50 liter air,siramkan ke tanaman 250 cc/batang.lebih efektif di siramkan dari awal tanam.
  2. disemprot dengan Produk Nasa yaitu Natural Glio + Gula Putih ( 2 sendok + 5 sendok  )makan/ tangki semprot.
  3. menanam varietas tomat yang resisten (tahan);
  4. diberi mulsa plastik transparan untuk menaikkan suhu tanah agar penyakit fusarium mati;
  5. menanam tanaman tomat di tanah yang bebas nematoda;
  6. menggunakan alat yang bersih dari penyakit layu;
  7. tanaman yang layu harus segera dicabut dan dibakar;
About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: