Oleh: nasa88 | 11 Oktober 2012

Berbuah Di Luar Musim Menggunakan Pupuk Organik NASA

Fakta bahwa tanaman buah bisa berbuah diluar musim adalah benar, termasuk para pengguna teknologi Pupuk Organik NASA sudah membuktikannya. Tetapi tentunya masih banyak orang atau pihak yang belum mempercainya, dan jikapun percaya juga masih banyak yang belum mengetahui mekanisme dan caranya. Dan ada hal yang lebih mengkhawatirkan lagi adanya pengalaman atau fakta setelah tanaman buahnya berhasil berbuah diluar musim, tidak lama kemudian tanaman buahnya malah merana ( hidup segan matipun enggan ) bahkan akhirnya mati muda. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk mengetahui teori dan praktek membuahkan diluar musim dengan benar dan aman baik bagi tanamannya sendiri maupun lingkungan dan manusia penikmatnya.

Teknologi ( kombinasi teknis budidaya dan sarana produksi ) memunculkan buah di luar musim, disebut teknologi off-season. Berbagai Teknologi Off-season diantaranya secara Mekanik/Fisik, Kimia/Hormonal, dan Gabungan keduanya.

Secara Mekanis/Fisik.

Sebenarnya kita secara sengaja atau ikut-ikutan saja sudah mengenalnya bahkan mempraktekkannya karena teknologi off-season ini sudah diterapkan sejak jaman dulu antara lain :

  1. Dengan cara mengerat (Sistim Kerat) kulit pohon (pembuluh floem) melingkar sepanjang ling­karan pohon sampai kelihatan kaytu pohon (pembuluh xylem).
  2. Sistim Pruning yaitu memangkas daun, cabang dan ranting, hingga pohon gundul atau tersisa sedikit daun.
  3. Sistim Pelukaan yaitu dengan melukai kulit pohon (pembuluh floem) menggunakan benda tajam. Bentuknya bisa dengan mengerok, mencacah, mema­ku atau mengiris kulit kayu.
  4. Sistim Pengikatan yaitu mengikat erat pohon de­ngan kawat hingga transpor hasil foto­­sintesa pembuluh floem terhambat.
  5. Sistim Stressing air yaitu tidak menyiram ta­naman hingga mencapai titik layu permanen, kemudian dengan tiba-tiba melakukan penggenangan per­akaran dan pangkal batang hingga jenuh air dalam waktu tertentu.

Kelima teknologi off-season konven­sional ini, prinsip mekanismenya adalah meru­bah perbandingan unsur carbon (C) dan nitrogen (N) -C/N ratio- dalam tubuh tanaman. Tetapi resiko gagalnya tinggi, kalau aplikasinya kebetulan pas/tepat bisa berhasil, hanya saja jika tidak pas/tepat maka bisa ga­gal. Selain tidak bisa mem­berikan kepastian, juga dapat meng­akibatkan kerusakan pohon se­ca­ra fisik dan fisiologis, akibatnya tanaman sengsara dan menderita.

Secara Kimia

Umumnya menggu­nakan agro-chemical, beru­pa bahan aktif zat pe­ngatur tumbuh (ZPT).Pada prinsip­nya tek­nologi agro-chemical ini merubah fisiologis tanaman dengan cara meng­hambat fase pertum­buhan vegetatif de­ngan peran hormon atau senyawa kimia tertentu, agar muncul fase generatif (bunga dan buah). Dengan istilah lain merupakan “pemaksaan/pemerkosaan” sehingga mengakibatkan risiko tanaman mengalami kesengsaraan atau penderitaan.

Ternyata keduanya  baik secara fisik/mekanis maupun kimia, masih berpotensi menimbulkan risiko tanaman merana atau menderita. Untuk mencegah atau meminimalisir kesengsaraan/penderitaan pada tanaman.Maka penting kita ketahui dan praktekkan hal-hal sebagai berikut pada tanaman yang akan kita treatment/perlakukan :

  1. Memahami persepsi. Bukan sekedar “membuahkan diluar musim” sehingga melakukan segala cara tanpa memperhatikan kepentingan dan kebutuhan tanaman secara jangka pendek dan jangka panjang.Tetapi relative bijaksana dengan persepsi mempercepat upaya pemulihan (recovery ) tanaman dengan memenuhi seluruh kebutuhannya secara tepat, lengklap dan berimbang agar lebih cepat kembali memasuki fase generative daripada musim buah pada umumnya.
  2. Memenuhi kebutuah tanaman diantaranya dengan memperhatikan dan mengkondisikan atau minimal menyesuaikan factor eksternal antara lain suhu, cahaya, pemupukan, penyiraman/pengairan, hama dan penyakit dll.
  3. Khusus pemupukan, kita harus mengikuti prinsip LIMA TEPAT (Tepat Jenis, Tepat Dosis, Tepat Waktu, Tepat Cara, Tepat Sasaran). Khusus Tepat Jenis, kita harus memahami bahwa tanaman membutuhkan sekitar 60-90 jenis unsur hara dalam hidupnya, dismping unsur makro (C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, S), juga unsur mikro (Fe, Zn, B, Mo, Mn, Cu, Cl) dan unsur-unsur lainnya. Sehingga disamping menggunakan pupuk-pupuk makro (misal urea, SP36, KCl, NPK majemuk dll) juga harus digunakan pupuk organik yang mempunyai kandungan lengkap dan komposisi berimbang. Pupuk organic yang digunakan sebaiknya juga dilengkapi enzyme, hormon (auksin, sitokinin, giberelin), asam-asam amino, humat dan vulfat dll. Karena dengan memilih dan menggunakan pupuk yang tepat akan sangat membantu keberhasilan mempercepat pemulihan (recovery) tanaman untuk berbuah kembali lebih cepat dari musimnya. Berkaitan dengan hal ini, penting juga kita memahami analogi proses memasak agar tanaman terjaga dan bertahan dengan baik atau normal dalam jangka panjang meskipun diberikan treatment. Ketika kita berbicara proses memasak pembuatan kue maka kita harus menyesuaikan target jumlah kue yang akan dibuat dengan ketersediaan bahan bakunya, alatnya dan kokinya. Unsur hara atau pupuk analog dengan bahan baku rotinya, enzyme analog dengan oven atau alat masaknya, dan hormone analog dengan kokinya. Jadi treatmentnya tidak hanya hormonnya/Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) karena akan berisiko membuat tanaman merana dan menderita akibat bahan baku pupuk dan alat masaknya (enzyme) kurang. Dalam hal ini teknologi Pupuk Organik NASA ( POWER NUTRITION, GREENSTAR, SUPERNASA, SUPERNASA GRANUL, POC NASA, POC BINTANG TANI, HORMONIK dan lainnya ) relative mampu mencukupi keperluan 60-90 jenis unsur hara ( pupuk NPK perlu tetap ditambahkan ), hormon auksin, giberelin dan sitokinin, enzyme, asam-asam amino, humat dan vulfat dll.
  4. Tanaman harus sehat, dengan ditandai percabangan merata, daun berwarna hijau tua mengkilat dan tidak sedang terserang hama atau penyakit.
  5. Tanaman harus sudah cukup umur atau sudah pernah berbunga. Pem­bu­ngaan di bawah umur dapat meng­akibatkan terganggunya pertum­buhan vegetatif tanaman yang meng­akibatkan postur tanaman menjadi kerdil dan tidak sehat.
  6. Lebih utama tanaman tidak dalam fase akselerasi pertumbuhan vege­tatif ditandai dengan tidak adanya: pertumbuhan tunas tanaman dan daun baru (pupus).

Maka dari itu dengan cara pengolahan tanah yang baik yaitu dengan menggunakan teknologi Pupuk Organik NASA yang Telah terbukti mampu mengurangi pemakaian pupuk kimia ( Urea,TSP,KCl ) serta mampu meningkatkan hasil panen bagi para petani. Serta pemakaian Pestisida Organik NASA yang juga telah terbukti mampu mangatasi kendala hama dan penyakit pada tanaman.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: