Oleh: nasa88 | 6 Maret 2013

Pengendalian Hama Dan Penyakit Tanaman Padi

padiTanaman padi (Oryza sativa) sebagai sumber utama makanan pokok memegang peranan yang sangat penting dalam usaha pemenuhan kebutuhan pangan. Dalam usaha pertanian padi  adalah  potensi hasil yang maksimal, meskipun menggunakan varietas unggul, pemupukan, pengairan dan perbaikan cara bercocok tanam telah diterapkan. Pengenalan terhadap jenis hama dan penyakit yang menyerang merupakan langkah awal yang sangat penting untuk menunjang keberhasilan dalam usaha pengendalian. Apalagi dengan penggunaan Pupuk Organik Nasa Dan Pestisida Organik Nasa dimana produk ini sudah banyak petani yang telah membuktikannya.Adapun Hama  Dan Penyakit pada tanaman padi sebagai berikut :

A. Penggerek  Batang / Sundep beluk .

 

sundep.jpg

Penggerek batang merupakan hama paling menakutkan pada pertanaman padi, karena sering menimbulkan kerusakan berat dan kehilangan hasil yang tinggi. Di lapang, kehadiran hama ini ditandai oleh kehadiran ngengat (kupu-kupu) dan kematian tunas padi, kematian malai, dan ulat penggerek batang.

Hama ini merusak tanaman pada semua fase tumbuh, baik pada saat pembibitan, fase anakan, maupun fase berbunga. Bila serangan terjadi pada pembibitan sampai fase anakan, hama ini disebut sundep, dan jika terjadi pada saat berbunga, disebut beluk.

Cara Pengendaliannya :

  • Sampai saat ini belum ada varietas yang tahan penggerek batang. Oleh karena itu gejala serangan hama ini perlu diwaspadai, terutama pada pertanaman di musim hujan.
  • Waktu tanam yang tepat, merupakan cara yang efektif untuk menghindari serangan penggerek batang.
  • Hindari penanaman pada musim Desember-Januari, karena suhu, kelembaban, dan curah hujan pada saat itu sangat cocok bagi perkembangan penggerek batang, sementara tanaman padi yang baru ditanam, sangat sensitif pada hama ini. Tindakan pengendalian harus segera dilakukan, kalau > 10% rumpun memperlihatkan gejala sundep atau beluk.
  • Pemakaian produk nasa yang berupa Natural BVR dari awal tanam sangat efektif  untuk mencegah hama sundep beluk tersebut.Natural BVR yang mengandung jamur Beuveria bassiana, dengan kandungan 10 pangkat 10 spora per gram nya mampu mencegah sundep beluk dengan tidak mematikan musuh alaminya. Jadi, dengan sekali semprot, maka  hama dan penyakit pada padi serta merta tercegah dan terkendali, dengan didukung sertifikasi serta kualitas yang tidak perlu diragukan maka pemakaian  NATURAL BVR sangat dianjurkan bagi petani dari awal tanam.
  • Pemakaian produk nasa yang berupa Natural Glio di awal tanam dengan di campurkan pupuk kandang atau dengan di campurkan Super Nasa.
  • Pemupukan yang teratur dengan menyeimbangkan unsur makro maupun mikro yang di perlukan tanaman padi.Yaitu dengan pemakaian pupuk organik nasa yang berupa Super Nasa dengan di campurkan 50% pupuk kimia yang biasa di pakai.

B. Wereng Hijau.

 

wereng_hijau.jpg

Peran wereng hijau (WH) dalam sistem pertanaman padi menjadi penting oleh karena WH merupakan vektor penyakit tungro, yang merupakan salah satu penyakit virus terpenting di Indonesia. Kemampuan WH sebagai penghambat dalam sistem pertanian padi sangat tergantung pada penyakit virus tungro.Sebagai hama, WH banyak ditemukan pada sistem sawah irigasi teknis, ekosistem tadah hujan, tetapi tidak lazim pada ekosistem padi gogo.WH menghisap cairan dari dalam dari dalam daun bagian pinggir, tidak menyukai pelepah, atau daun-daun bagian tengah.

Adapun gejala tanaman padi yang terkena serangan Werwng hijau ( WH ) :

  • WH menyebabkan daun-daun padi berwarna kuning sampai kuning oranye.
  • Penurunan jumlah anakan, dan pertumbuhan tanaman yang terhambat (memendek).
  • Pemupukan unsur nitrogen ( Urea / ZA ) yang tinggi sangat memicu perkembangan WH.

Cara Pengendaliannya :

  • Dianjurkan menanam varietas tahan tungro seperti Tukad insektisida.
  • Pemakaian produk nasa yang berupa Natural BVR dari awal tanam sangat efektif  untuk mencegah hama sundep beluk tersebut.Natural BVR yang mengandung jamur Beuveria bassiana, dengan kandungan 10 pangkat 10 spora per gram nya mampu mencegah wereng hijau ( WH ) dengan tidak mematikan musuh alaminya. Jadi, dengan sekali semprot, maka  hama dan penyakit pada padi serta merta tercegah dan terkendali, dengan didukung sertifikasi serta kualitas yang tidak perlu diragukan maka pemakaian  NATURAL BVR sangat dianjurkan bagi petani dari awal tanam.

C. Walang  sangit.

 

leptocorixa.jpg

Walang sangit merupakan hama yang umum merusak bulir padi pada fase pemasakan. Mekanisme merusaknya yaitu menghisap butiran gabah yang sedang mengisi. Apabila diganggu, serangga akan mempertahankan diri dengan mengeluarkan bau. Selain sebagai mekanisme mempertahankan diri, bau yang dikeluarkan juga untuk menarik walang sangit lain dari species yang sama. Walang sangat merusak tanaman ketika mencapai fase berbunga sampai matang susu. Kerusakan yang ditimbulkannya menyebabkan beras berubah warna dan mengapur, serta gabah menjadi hampa.

Cara Pengendaliannya :

  • Mengendalikan gulma, baik yang ada di sekitar sawah maupun yang ada di sekitar pertanaman.
  • Meratakan lahan dengan baik dan pemupukan yang teratur dengan menyeimbangkan unsur makro maupun mikro yang di perlukan tanaman padi.Yaitu dengan pemakaian pupuk organik nasa yang berupa Super Nasa dengan di campurkan 50% pupuk kimia yang biasa di pakai.
  • Pemakaian produk nasa yang berupa Natural BVR dari awal tanam sangat efektif  untuk mencegah hama sundep beluk tersebut.Natural BVR yang mengandung jamur Beuveria bassiana, dengan kandungan 10 pangkat 10 spora per gram nya mampu mencegah walang sangit dengan tidak mematikan musuh alaminya. Jadi, dengan sekali semprot, maka  hama dan penyakit pada padi serta merta tercegah dan terkendali, dengan didukung sertifikasi serta kualitas yang tidak perlu diragukan maka pemakaian  NATURAL BVR sangat dianjurkan bagi petani dari awal tanam.
  • Menyemprotkan Pestisida Organik Nasa yang berupa Pestona + Aero-810 dengan interval 10 hari sekali.Lakukan dari awal tanam dan diwaktu sore hari.

D. Wereng Coklat (WCK)

wereng_coklat.jpg

Wereng coklat dapat menyebabkan daun berubah kuning oranye sebelum menjadi coklat dan mati. Dalam keadaan populasi wereng tinggi dan varietas yang ditanam rentan wereng coklat, dapat mengakibatkan tanaman seperti terbakar atau “hopperburn“. Wereng coklat juga dapat menularkan penyakit virus kerdil hampa dan virus kerdil rumput, dua penyakit yang sangat merusak.

Ledakan WCK biasanya terjadi akibat penggunaan pestisida yang tidak tepat, penanaman varietas rentan, pemeliharaan tanaman, terutama pemupukan, yang kurang tepat, dan kondisi lingkungan yang cocok untuk WCK (lembab, panas, dan pengap).

Cara pengendaliannya :

  • Melakukan pemantauan secara rutin dan terjadwal yang dilakukan dengan cara mengamati areal tanaman padi dalam interval waktu tertentu (misalnya seminggu sekali), sejak awal persemaian, penanaman sampai panen.
  • Memusnahkan singgang (sisa tanaman) yang terserang virus kerdil rumput dan kerdil hampa dengan cara mengolah tanah sesegera mungkin setelah tanaman padi dipanen.  Dengan kita membiarkan lahan tersebut, maka kemungkinann timbulnya serangan virus akan lebih besar saat kita memulai penanaman kembali.
  • Menanam padi varietas unggul tahan hama. Penanaman varietas tahan hama terbukti mampu dan efektif mengurangi serangan wereng coklat.
  • Melakukan pemusnahan selektif terhadap tanaman padi yang terserang ringan.  Artinya memilih tanaman padi yang terserang dengan cara mengambilnya untuk kemudian dibuang/dibakar di tempat lain.  Bila terjadi serangan berat, maka perlu dilakukan pemusnahan (eradikasi) total.
  • Pemupukan yang teratur dengan menyeimbangkan unsur makro maupun mikro yang di perlukan tanaman padi.Yaitu dengan pemakaian pupuk organik nasa yang berupa Super Nasa dengan di campurkan 50% pupuk kimia yang biasa di pakai.
  • Pemakaian produk nasa yang berupa Natural BVR dari awal tanam sangat efektif  untuk mencegah hama sundep beluk tersebut.Natural BVR yang mengandung jamur Beuveria bassiana, dengan kandungan 10 pangkat 10 spora per gram nya mampu mencegah wereng coklat  dengan tidak mematikan musuh alaminya. Jadi, dengan sekali semprot, maka  hama dan penyakit pada padi serta merta tercegah dan terkendali, dengan didukung sertifikasi serta kualitas yang tidak perlu diragukan maka pemakaian  NATURAL BVR sangat dianjurkan bagi petani dari awal tanam.
  • Menyemprotkan Pestisida Organik Nasa yang berupa Pestona + Aero-810 dengan interval 10 hari sekali.Lakukan dari awal tanam dan diwaktu sore hari.

E. Hawar Daun Bakteri.

 

daun_terserang_hawar.jpg

Hawar daun bakteri (HBD) merupakan penyakit bakteri yang tersebar luas dan menurunkan hasil sampai 36 %. Penyakit terjadi pada saat musim hujan atau musim kemarau yang basah, terutama pada lahan sawah yang selalu tergenang, dan dipupuk N tinggi (> 250 kg Urea/ha).

Penyakit HDB menghasilkan dua gejala khas, yaitu kresek dan hawar. Kresek adalah gejala yang terjadi pada tanaman berumur < 30 hari (persemaian atau yang baru pindah). Daun-daun berwarna hijau kelabu, melipat, dan menggulung. Dalam keadaan parah keadaan daun menggulung, layu, dan mati, mirip tanaman yang terserang penggerek batang atau terkena air panas (lodoh). Sementara, hawar merupakan gejala yang paling umum pada tanaman yang telah mencapai fase tumbuh anakan sampai fase pemasakan.

Gejala diawali dengan timbulnya bercak abu-abu (kekuningan) umumnya pada tepi daun. Dalam perkembangannya gejala akan meluas, membentuk hawar, dan akhirnya daun mengering. Dalam keadaan lembab (terutama pagi hari), kelompok bakteri, berupa butiran berwarna kuning keemasan, dapat dengan mudah ditemukan pada daun-daun yang menunjukkan gejala hawar. Dengan bantuan angin, gesekkan antar daun, dan percikan air hujan, massa bakteri ini berfungsi sebagai alat penyebar penyakit HDB.

Cara pengendaliannya :

  • Pemupukan yang teratur dengan menyeimbangkan unsur makro maupun mikro yang di perlukan tanaman padi.Yaitu dengan pemakaian pupuk organik nasa yang berupa Super Nasa dengan di campurkan 50% pupuk kimia yang biasa di pakai.
  • pengaturan air air yang cukup.
  •  Hindari penggenangan air yang terus menerus, misalkan 1 hari digenangi dan 3 hari dikeringkan.
  • Pemakaian produk nasa yang berupa Natural Glio di saat olah tanah  dengan di campurkan pupuk kandang atau dengan di campurkan Super Nasa.
  • Menyemprotkan Pestisida Organik Nasa yang berupa Pestona + Aero-810 dengan interval 10 hari sekali.Lakukan dari awal tanam dan diwaktu sore hari.

F. Busuk batang .

busuk batang padi

Busuk batang merupakan penyakit yang menginfeksi bagian tanaman dalam kanopi dan menyebabkan tanaman menjadi mudah rebah. Untuk mengamati penyakit ini, kanopi pertanaman perlu dibuka. Perlu diwaspadai apabila terjadi kerebahan pada pertanaman, tanpa sebelumnya terjadi hujan dengan angin yang kencang.

Gejala awal berupa bercak berwarna kehitaman, bentuknya tidak teratur pada sisi luar pelepah daun dan secara bertahap membesar. Akhirnya, cendawan menembus batang padi yang kemudian menjadi lemah, anakan mati, dan akibatnya tanaman menjadi rebah.

Cara pencegahannya :

  • Tunggul-tunggul padi sesudah panen dibakar atau didekomposisi.
  • Keringkan petakan dan biarkan tanah sampai retak sebelum diairi lagi.
  • Pemupukan yang teratur dengan menyeimbangkan unsur makro maupun mikro yang di perlukan tanaman padi.Yaitu dengan pemakaian pupuk organik nasa yang berupa Super Nasa dengan di campurkan 50% pupuk kimia yang biasa di pakai.
  • Pemakaian produk nasa yang berupa Natural Glio di saat olah tanah  dengan di campurkan pupuk kandang atau dengan di campurkan Super Nasa.

G. Bercak Cercospora.

 

c_orizae.jpg

Bercak cercospora disebabkan oleh jamur Cercospora oryzae. Penyakit menyebabkan kerusakan yang serius pada pertanaman dilahan yang kurang subur. Penyakit menghasilkan gejala lurus sempit berwarna coklat pada helaian daun bendera, pada fase tumbuh-pemasakan. Gejala juga dapat terjadi pada pelepah dan kulit gabah.

Cara pengendaliannya :

  • Pemupukan yang teratur dengan menyeimbangkan unsur makro maupun mikro yang di perlukan tanaman padi.Yaitu dengan pemakaian pupuk organik nasa yang berupa Super Nasa dengan di campurkan 50% pupuk kimia yang biasa di pakai.
  • Pemakaian produk nasa yang berupa Natural Glio di saat olah tanah  dengan di campurkan pupuk kandang atau dengan di campurkan Super Nasa.

 

About these ads

Responses

  1. saya mau bertanya.
    Aplikasi Natural BVR pada saat tanaman padi umur berapa saja ?
    Sedangkan untuk pengendalian penyakit pada tanaman padi dengan Natural Glio diaplikasikan pada tanaman atau tanahnya ? Terima kasih atas jawabannya.
    Dedy, Jayapura

    • Terima kasih untuk kunjungannya mas dedi,untuk penggunaan natural bvr bisa mulai dari 3 hari setelah tanam dengan perlakuan per 10 hari sekali..semprotkan langsung ketanamannya mas,bukan ke tanah…untuk lebih jelasnya mas dedi bisa menghubungi saya di nomor 085277611188….terima kasih..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: