Oleh: nasa88 | 16 April 2012

Hama Tanaman Cabai

Dalam aplikasi Pupuk Organik Nasa atau pupuk yang lain pada tanaman cabai sering petani cabai mengeluh tentang Hama dan Penyakit yg mengganggu tanaman tersebut.Banyak sekali jenis hama penyakit tanaman cabai yang dapat menyerang dan menyebabkan kerusakan. Akibat serangannya, tanaman cabai rawit dapat mati sebelum berproduksi. Maka itu, diperlukan pengamatan yang seksama terhadap tanaman sehingga bila terjadi serangan hama dan penyakit tanaman dapat ditanggulangi dengan cepat.

Pengendalian hama penyakit tanaman cabai secara umum dilakukan dengan dua cara yaitu pengendalian secara prefentif (pencegahan) dan kuratif (mengobati). Pengendalian hama penyakit tanaman secara kuratif dilakukan dengan pengolahan tanah yang intensif, pengaturan jarak tanam yang tepat, pelaksanaan sitem pengairan yang baik. Penanaman tanaman perangkap dan pergiliran tanaman. Pengendalian secara kuratif adalah mengobati tanaman yang telah terserang hama penyakit tanaman .

Hama penting yang sering menyerang tanaman cabai diantaranya adalah

1. Hama tanaman cabai Thrips.

Ukuran hama cabai ini sektiar 1 mm.
Gejala serangan yang  ditimbulkan oleh trips adalah daun menggulung (mengeriting)ke atas, daun muda yang terserang bernoda keperak-perakan. Pengendalian hama :
Pengendalian hama tanaman cabai dapat dilakukan dengan secara kultur teknis menggunakan mulsa plastik hitam perak, dan mengatur rotasi tanaman. Untuk pengendalian kuratif dapat dilakukan dua cara yaitu secara biologi dengan memanfaatkan musuh alami hama thrips yaitu kumbang Coccinellidae, tungau predator, kepik Anthocoridae dan kumbang Staphulinidae. Musuh alami ini sudah ada dialam sekarang tergantung kita untuk memanfaatkannya. Cara yang kedua adalah dengan penyemprotan pestisida organik dari Natural Nusantara yaitu  Natural pentana dengan dosis 3-5 tutup /tangki semprot,lakukan penyemprotan di sore hari.Dan apabila pestisida organik tidak mampu menanggulanginya baru di semprotkan pestisida kimia.
2. Lalat buah (Dacus ferrugineus)
Hama tanaman cabai Lalat buah (Dacus ferrugineus). Hama cabai ini berukuran 0,5 cm, berwarna cokelat tua, dan meletakkan telurnya didalam buah cabai. Buah-buah yang terserang akan menjadi bercak-bercak bulat, kemudian membusuk. Serangan hama lalat buah ini buah cabai rusak, busuk dan rontok. Pengendalian hama :
pengendalian hamanya dapat dilakukan menggunakan pestisida nabati atau kimia. Secara kimiawi yaitu dengan memasang perangkap beracun .Secara organik memasang perangkap organik dari Natural Nusantara yaitu  metilat.untuk penyemprotan insektisida secara langsung dengan insektisida berbahan aktif niflutrin, profenofos, dan frotiofos. Misalnya Buldok, Lannate, atau Tamaron.
3. Hama tanaman cabai Tungau kuning (Tetranyhus innabarinus Boisd) dan tungau merah (tetaranychus bimaculatus).
Hama cabai ini bersifat pemangsa segala jenis tanaman. Tungau menyerang tanaman cabai dengan cara mengisap cairan sel daun atau pucuk tanaman. Akibat serangan tungau daun berwarna bintik-bintik kuning.
Pengendalian hama :
Pengendalian tungau dapat dilakukan dengan penyemprotan pestisida organik dari Natural Nusantara yaitu Pestona dengan dosis 6-7 tutup/tangki semprot dan lakukan penyemprotan di sore hari.penyemprotan insektisida dengan berbahan aktif  akarisida omite 57 EC (0,2%) atau mitac 200 EC (0.2%).
4. Hama tanaman cabai Kutu (Myzus persicae)
Serangannya hampir sama dengan tungau namun akibat cairan dari daun yang dihisapnya menyebabkan daun melengkung ke atas, keriting dan belang-belang hingga akhirnya dapat menyebabkan kerontokan. Tidak sepeti mite, kutu persik ini memiliki kemampuan berkembang biak dengan cepat karena selain bisa memperbanyak dengan perkawinan biasa, dia juga mampu bertelur tanpa pembuahan.
Pengendalian hama:
Pengendalian hama dengan di semprotkan pestisida organik dari Natural Nusantara yaitu Pestonadengan dosis 6-7 tutup /tangki semprot dan lakukan penyemprotan di sore hari .Atau dengan pengyemprotan insektisida kimia  winder 100ec konsentrasi 0.5 – 1.00 cc/l.
5. Hama tanaman cabai Ulat grayak (Spodoptera litura).
Hama ini tak berbeda dengan jenis ulat lain yang juga suka makan daun. Namun keistimewaannya adalah saat memasuki stadia larva, dia termasuk hewan yang sangat rakus. Hanya dalam waktu yang tidak lama, daun-daun cabe bisa rusak olehnya. Ulat yang setelah dewasa berubah menjadi sejenis ngengat ini akan memakan daun-daunan pada masa larva untuk menunjang perkembangan metamorfosis-nya. Ulat grayak tidak hanya menyerang tanaman cabe saja melainkan juga tanaman pisang, tomat, bawang, pepaya, kentang, padi, kacang dan lain-lain.
Pengendalian hama :
Pengendalian hama cabai ini dapat dilakukan dengan menyemprotkan pestisida organik dari Natural Nusantara yaitu Vitura / Virexi dengan dosis 3-5 sendok /tangki dan lakukan penyemprotan di sore hari. Atau  dengan insektisida biologis turex wp konsentrasi 1 – 2 gr/lt.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: