Oleh: nasa88 | 28 April 2012

Hama Pengerek Batang Tanaman Kakao

HAMA PENGGEREK BATANG KAKAO

Hama dan penyakit tanaman kakao yang juga merupakan hama utama bagi para petani kakao adalah hama penggerek batang yang disebabkan oleh sejenis serangga yang dalam bahasa latinnya Zeuzera coffeae Nietn. dan Glenea spp.

Hama ini dialami hampir semua petani kakao kita apalagi bila sanitasi lahan jarang dilakukan dan memberi peluang untuk hama ini berkembang biak dengan baik dan secara perlahan dan pasti akan merusak batang kakao sehingga menjadi salah satu penyebab menurunnya produktifitas kakao petani.

Secara Biologi

Serangan serangga Zeuzera coffeae Nietn

  •  Serangga dewasa berupa ngengat dengan sayap depan berbintik hitam dengan dasar putih tembus pandang.
  •  Telur berwarna kuning pucat, diletakan secara berkelompok pada permukaan batang. Kemampuan bertelur kupu-kupu betina 348966 butir.
  • Perkembangan dari telur sampai menjadi kupu-kupu memerlukan waktu 3-4 bulan. Lama periode telur 10-11 hari, larva 81-151 hari, pupa 21-30 hari.

Glenea spp

Ada 3 species  Glenea spp yang menyerang kakao di Irian Jaya, yaitu;

  • Glenea nuvomguttata,
  • Glenea aluensis
  • Glenea lefebueri.

Gejala Serangan

Zeuzera coffeae Nietn

  • Serangan Zeuzera coffeae Nietn biasanya pada tanaman muda TBM. Gejala serangan baru, terdapat lubang gerekan pada batang atau cabang. Pada permukaan lubang sering terdapat campuran kotoran Zeuzera coffeae Nietn dengan serpihan jaringan.  
  • Akibat gerekan larva, bagian tanaman diatas lubang gerekan layu, kering dan mati.

Glenea spp

  • Larva menggerek batang kakao pada jaringan kambium.
  •   Pada batang pokok tempat gerekan terutama di pangkal batang.
  • Arah gerekan menyamping (horizontal) dan dari lubang gerekan dikeluarkan sisa-sisa gerekan yang strukturnya berserat dan berbuih.
  • Arah gerekan yang horizontal menyebabkan kerusakkan kulit batang berbentuk cincin (ring barking).

Pengendalian

Secara Mekanis

  • Memotong batang/cabang yang terserang 10 cm di bawah lubang gerek ke arah pangkal batang/cabang kemudian batang/cabang dibakar diluar kebun.
  • Hama Glenea spp, larva mudah ditemukan dengan membersihkan liang gerekan.

Secara Kimiawi

  • Menginjeksikan insektisida racun nafas ke dalam lubang gerekan dan lubang ditutup dengan potongan kayu.

Secara Biologi

  • Menyemprotkan Produk Natural Nusantara yaitu Natural BVR (Beauveria bassiana) ke dalam lubang gerekan dengan dosis 3-4 sendok makan Natural BVR + 1 tutup Aero-810/ tangki semprot.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: