Oleh: nasa88 | 30 Juni 2012

Hama dan Penyakit Tanaman Strawberry

Strawberry merupakan tanaman buah berupa herba yang ditemukan pertama kali di Chili ( Amerika ). Salah satu spesies tanaman strawberry yaitu Fragaria chiloensis L menyebar ke berbagai negara Amerika, Eropa dan Asia. Selanjutnya spesies lain, yaitu F. vesca L. lebih menyebar luas dibandingkan spesies lainnya. Jenis strawberry  ini pula yang pertama kali masuk ke Indonesia.

Tanaman strawberry yang sangat bagus tumbuh di ketinggian 1000 – 1500 dpl, dan dengan curah hujan 600 – 700 mm/ tahun tersebut masih banyak para petani strawberry yang tidak mengetahui cara teknik penanggulangan hama dan penyakit tanaman strawberry mereka.berikut Hama dan penyakit pada tanaman strawberry dan cara penanggulangannya menggunakan Pupuk Organik Nasa dan Pestisida organik Nasa yang sudah terbukti mampu meningkatkan produksi tanaman strawberry mereka.Aadapun hama dan penyakitnya sbb :

HAMA

Setiap jenis tanaman berkaitan dengan ekosistem mengalami gangguan diantaranya berupa serangan Hama, dan antara satu jenis tanaman dengan tanaman lainnya memiliki kekhususan dalam pengertian hama yang menyerang satu jenis tanaman belum tetntu menyerag jenis tanaman lain demikian pula cara penangannya. Berikut jenis hama yang umumnya menyerang tanaman stroberi berikut gejala serta cara penangannnya :

Kutu daun (Chaetosiphon fragaefolii)

Kutu berwarna kuning-kuning kemerahan, kecil (1-2 mm), hidup bergerombol di permukaan bawah daun.

  • Gejala:  pucuk/daun keriput, keriting, pembentukan bunga/buah terhambat.
  • Pengendalian:
  1. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ) dari awal tanam.
  2. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang.
  3. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.

Tungau (Tetranychus sp. dan Tarsonemus sp.)

Tungau berukuran sangat kecil, betina berbentuk oval, jantan berbentuk agak segi tiga dan telur kemerah-merahan.

  • Gejala : daun berbercak kuning sampai coklat, keriting, mengering dan gugur.
  • Pengendalian : Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.

Kumbang penggerek bunga (Anthonomus rubi), kumbang penggerek akar (Otiorhynchus rugosostriatus) dan kumbang penggerek batang (O. sulcatus).

  • Gejala: di bagian tanaman yang digerek terdapat tepung.
  • Pengendalian: Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.

Kutu putih (Pseudococcus sp.)

  • Gejala: bagian tanaman yang tertutupi kutu putih akan menjadi abnormal.
  • Pengendalian: Penyemprotan pestisida organik nasa ( natural BVR + Aero-810 ) dengan dosis 3 endok makan + 1/4 tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.

Nematoda (Aphelenchoides fragariae atau A. ritzemabosi)

Hidup di pangkal batang bahkan sampai pucuk tanaman.

  • Gejala: tanaman tumbuh kerdil, tangkai daun kurus dan kurang berbulu.
  • Pengendalian:
  1. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ) dari awal tanam.
  2. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.

PENYAKIT

Tidak berbeda jauh dengan serangan hama, jenis penyakit yang dialami oleh satu tanaman berbeda dengan jenis tanaman lain, oleh karena itu sebagai tambahan informasi berikut ulasan jenis penyakit yang umumnya menyerang pada budidaya tanaman stroberi :

Kapang kelabu (Botrytis cinerea)

  • Gejala: bagian buah membusuk dan berwarna coklat lalu mengering.
  • Pengendalian:
  1. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang.
  2. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.

Busuk buah matang (Colletotrichum fragariae Brooks)

  • Gejala: buah masak menjadi kebasah-basahan berwarna coklat muda dan buah dipenuhi massa spora berwarna merah jambu.
  • Pengendalian:
  1. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ) dari awal tanam.
  2. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang.
  3. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.
Busuk rizopus (Rhizopus stolonifer).
  • Gejala:
  1.  buah busuk, berair, berwarna coklat muda dan bila ditekan akan mengeluarkan cairan keruh.
  2.  di tempat penyimpanan, buah yang terinfeksi akan tertutup miselium jamur berwarna putih dan spora hitam.
  • Pengendalian:
  1. membuang buah yang sakit, pasca panen yang baik dan budidaya dengan mulsa plastik.
  2. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ) dari awal tanam.
  3. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang.
  4. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.

Empulur merah (Phytophthora fragariae Hickman)

  • Gejala: jamur menyerang akar sehingga tanaman tumbuh kerdil, daun tidak segar, kadang-kadang layu terutama siang hari.
  • Pengendaliannya :
  1. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ) dari awal tanam.
  2. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang.
  3. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.

Embun tepung (Sphaetotheca mascularis atau Uncinula necator).

  • Gejala: bagian yang terserang, terutama daun, tertutup lapisan putih tipis seperti tepung, bunga akan mengering dan gugur.
  • Pengendalian:
  1. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ) dari awal tanam.
  2. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang.
  3. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.

Daun gosong (Diplocarpon earliana atau Marssonina fragariae)

  • Gejala: Daun berbercak bulat telur sampai bersudut tidak teratur, berwarna ungu tua.
  • Pengendalian:
  1. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ) dari awal tanam.
  2. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang.
  3. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.

Bercak daun

Penyebab:

Ramularia tulasnii atau Mycosphaerella fragariae,

  • Gejala: bercak kecil ungu tua pada daun. Pusat bercak berwarna coklat yang akan berubah menjadi putih

Pestalotiopsis disseminata,

  • Gejala: bercak bulat pada daun. Pusat bercak berwarna coklat fua dikelilingi bagian tepi berwarna coklat kemerahan atau kekuningan, daun mudah gugur

Rhizoctonia solani,

  • Gejala: bercak coklat-hitam besar pada daun.

Pengendalian :

  1. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ) dari awal tanam.
  2. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang.
  3. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.

Busuk daun (Phomopsis obscurans).

  • Gejala: noda bula berwarna abu-abu dikelilingi warna merah ungu, kemudian noda membentuk luka mirip huruf V.

Pengendalian:

  1. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ) dari awal tanam.
  2. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.

Layu vertisillium (Verticillium dahliae)

  • Gejala: daun terinfeksi berwarna kekuning-kuningan hingga coklat, layu dan tanaman mati.

Pengendalian :

  1. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ) dari awal tanam.
  2. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang.
  3. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.

Virus

Ditularkan melalui serangga aphids atau tungau.

  • Gejala: terjadi perubahan warna daun dari hijau menjadi kuning (khlorosis) sepanjang tulang daun atau totol-totol (motle), daun jadi keriput, kaku, tanaman kerdil.

Pengendalian:

  1. menggunakan bibit bebas virus.
  2. menghancurkan tanaman terserang.
  3. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ) dari awal tanam.
  4. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang.
  5. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.

Pencegahan hama dan penyakit umumnya dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun/tanaman, menanam secara serempak (untuk memutus siklus hidup), menanam bibit yang sehat, memberikan pupuk sesuai anjuran sehingga tanaman tumbuh sehat, melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman bukan keluarga Rosaceae dan memangkas bagian tanaman/mencabut tanaman yang sakit. Membudidayakan stroberi dengan mulsa plastik juga akan menekan pertumbuhan hama/penyakit. Khusus untuk penyakit, perbaikan drainase biasanya dapat menurunkan serangan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: