Oleh: nasa88 | 24 Januari 2013

Teknik Budidaya Ayam Petelur

ayam petelurAyam petelur adalah ayam-ayam betina dewasa yang dipelihara khusus untuk diambil telurnya. Asal mula ayam unggas adalah berasal dari ayam hutan dan itik liar yang ditangkap dan dipelihara serta dapat bertelur cukup banyak. Tahun demi tahun ayam hutan dari wilayah dunia diseleksi secara ketat oleh para pakar. Arah seleksi ditujukan pada produksi yang banyak, karena ayam hutan tadi dapat diambil telur dan dagingnya maka arah dari produksi yang banyak dalam seleksi tadi mulai spesifik. Ayam yang terseleksi untuk tujuan produksi daging dikenal dengan ayam broiler, sedangkan untuk produksi telur dikenal dengan ayam petelur. Selain itu, seleksi juga diarahkan pada warna kulit telur hingga kemudian dikenal ayam petelur putih dan ayam petelur cokelat. 
https://nasa88.files.wordpress.com/2013/01/ayamraspetelur.jpg?w=300
Persilangan dan seleksi itu dilakukan cukup lama hingga menghasilkan ayam petelur seperti yang ada sekarang ini. Dalam setiap kali persilangan, sifat jelek dibuang dan sifat baik dipertahankan (“terus dimurnikan”). Inilah yang kemudian dikenal dengan ayam petelur unggul.
Jenis ayam petelur dibagi menjadi dua tipe:

Tipe Ayam Petelur Ringan.

  • Tipe ayam ini disebut dengan ayam petelur putih. Ayam petelur ringan ini mempunyai badan yang ramping/kurus-mungil/kecil dan mata bersinar. Bulunya berwarna putih bersih dan berjengger merah. Ayam ini berasal dari galur murni white leghorn. Ayam galur ini sulit dicari, tapi ayam petelur ringan komersial banyak dijual di Indonesia dengan berbagai nama.
 Tipe Ayam Petelur Medium.
  • Bobot tubuh ayam ini cukup berat. Meskipun itu, beratnya masih berada diantara berat ayam petelur ringan dan ayam broiler. Oleh karena itu ayam ini disebut tipe ayam petelur medium. Tubuh ayam ini tidak kurus, tetapi juga tidak terlihat gemuk. Telurnya cukup banyak dan juga dapat menghasilkan daging yang banyak. Ayam ini disebut juga dengan ayam tipe dwiguna.Karena warnanya yang cokelat, maka ayam ini disebut dengan ayam petelur cokelat yang umumnya mempunyai warna bulu yang cokelat juga

Penyiapan Sarana & Peralatan

Kandang

  • Iklim kandang yg cocok untuk beternak ayam petelur meliputi persyaratan temperatur berkisar antara 32,2–35 °C.
  • kelembaban berkisar antara 60–70%.
  • penerangan  atau pemanasan kandang sesuai dgn aturan yg ada.
  • tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi dan  tidak melawan arah mata angin kencang serta sirkulasi udara yg baik.
  • jangan membuat kandang dgn permukaan lahan yg berbukit karena menghalangi sirkulasi udara dan  membahayakan aliran air permukaan bila turun hujan, sebaiknya kandang dibangun dgn sistem terbuka agar hembusan angin cukup memberikan kesegaran di dalam kandang.
  • Untuk kontruksi kandang tidak harus dgn bahan yg mahal, yg penting kuat, bersih & tahan lama.
  • perlengkapan kandang hendaknya disediakan selengkap mungkin seperti tempat pakan, tempat minum, tempat air, tempat ransum, tempat obat-obatan & sistem alat penerangan.

A. Bentuk-bentuk kandang berdasarkan sistemnya :
1. Sistem kandang koloni

  • Sistem satu kandang untuk banyak ayam yg terdiri dari ribuan ekor ayam petelur;

2. Sistem kandang individual

  •  Ciri dari kandang ini adalah pengaruh individu di dalam kandang tersebut menjadi dominan karena satu kotak kandang untuk satu ekor ayam. Kandang sistem ini banyak digunakan dalam peternakan ayam petelur komersial.

B. Jenis kandang berdasarkan lantainya :
1. Kandang dgn lantai liter

  • Kandang ini dibuat dgn lantai yg dilapisi kulit padi, pesak/sekam padi & kandang ini umumnya diterapkan pada kandang sistem koloni;

2. Kandang dgn lantai kolong berlubang

  • Lantai untuk sistem ini terdiri dari bambu dgn lubang-lubang diantaranya, yg nantinya untuk membuang tinja ayam & langsung ke tempat penampungan;

3. Kandang dgn lantai campuran liter dgn kolong berlubang

  • Perbandingan pembuatan kandang ini 40% luas lantai kandang untuk alas liter & 60% luas lantai dgn kolong berlubang (terdiri dari 30% di kanan & 30% di kiri).

Peralatan
A. Litter (alas lantai)

  • Alas lantai/litter harus dalam keadaan kering, maka tidak ada atap yg bocor dan  air hujan tidak  ada yg masuk walau angin kencang. Tebal litter setinggi 10 cm, bahan litter dipakai campuran dari kulit padi/sekam dgn sedikit kapur dan pasir secukupnya, atau hasil serutan kayu dgn panjang antara 3–5 cm untuk pengganti kulit padi/sekam.

B. Tempat bertelur

  • Penyediaan tempat bertelur agar mudah mengambil telur dan  kulit telur tidak  kotor, dapat dibuatkan kotak ukuran 30 x 35 x 45 cm yg cukup untuk 4–5 ekor ayam. Kotak diletakkan di dinding kandang dengan lebih tinggi dari tempat bertengger, penempatannya agar mudah pengambilan telur dari luar sehingga telur tidak pecah dan terinjak-injak serta dimakan. Dasar tempat bertelur dibuat miring dari kawat hingga telur langsung ke luar sarang setlah bertelur dan dibuat lubah yg lebih besar dari besar telur pada dasar sarang.

C. Tempat bertengger

  • Tempat bertengger untuk tempat istirahat/tidur, dibuat dekat dinding dan diusahakan kotoran jatuh ke lantai yang mudah dibersihkan dari luar. Dibuat tertutup agar terhindar dari angin dan letaknya lebih rendah dari tempat bertelur.

D. Tempat makan, minum dan tempat grit

  • Tempat makan dan minum harus tersedia cukup, bahannya dari bambu, almunium atau apa saja yang kuat & tdk bocor juga tdk berkarat. Untuk tempat grit dengan kotak khusus

Penyiapan Bibit
Ayam petelur yg akan dipelihara haruslah memenuhi syarat sebagai berikut, antara lain:

  • Ayam petelur harus sehat & tdk cacat fisiknya.
  • Pertumbuhan & perkembangan normal.
  • Ayam petelur berasal dari bibit yg diketahui keunggulannya.

Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/DOC (Day Old Chicken)

  • Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yg sehat.
  • Bulu tampak halus & penuh serta baik pertumbuhannya .
  • Tidak terdpt kecacatan pada tubuhnya.
  • Anak ayam mempunyak nafsu makan yg baik.
  • Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.
  • Tidak ada letakan tinja diduburnya.

Pemeliharaan

Sanitasi & Tindakan Preventif

  • Kebersihan lingkungan kandang (sanitasi) pada areal peternakan merupakan usaha pencegahan penyakit yg paling murah, hanya dibutuhkan tenaga yg ulet/terampil saja. Tindakan preventif dengan memberikan produk nasa yang berupa poc nasa + viterna + hormonik dengan cara di campurkan di minuman dari ayam setelah masuk kandang serta memberikan vaksin pada ternak ayam.

Pemberian Pakan

Untuk pemberian pakan ayam petelur ada 2 (dua) fase yaitu fase starter (umur 0-4 minggu) dan  fase finisher (umur 4-6 minggu).

A. Fase starter ( 0 – 4 minggu )

Pakan fase starter tediri atas: protein 22 – 24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, kalsium 1%, dan fosfor 0,7 – 0,9%. Kuantitas pakan dibedakan menurut golongan umur, yakni sebagai berikut.

  • Minggu pertama (umur 1 – 7 hari): 17 gram/hari/ekor.
  • Minggu kedua (8 – 14 hari): 43 gram/hari/ekor.
  • Minggu ketiga (umur 15 – 21 hari): 66 gram/hari/ekor.
  • Minggu keempat (umur 22 – 29 hari): 91 gram/hari/ekor.

Dan pada Fase starter kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu

  • minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor.
  • minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor.
  • minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor.
  • minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor.

Jangan lupa menambahkan produk nasa yang berupa poc nasa + viterna + hormonik ke dalam air minumnya dengan dosis 12.5 cc/ 10 liter air minum.

B. Fase finisher (umur 30-57 hari),

Pakan fase finisher terdiri atas : protein 18,1 – 21,2%, lemak 2,5%, serat kasar 4,5%, kalsium 1%, dan fosfor 0,7 – 0,9%. Kuantitas pakan dibedakan menurut golongan umur, yakni sebagai berikut.

  • Minggu kelima (umur 30 – 36 hari): 111 gram/ hari/ ekor.
  • Minggu keenam (37 – 43 hari): 129 gram/ hari/ ekor.
  • Minggu ketujuh (umur 44 – 50 hari): 146 gram/ hari/ ekor.
  • Minggu kedelapan (umur 51 – 57 hari): 161 gram/ hari/ ekor.

Dan pada Fase finisher  kebutuhan air minum terbagi dalam masing-masing minggu yaitu

  • minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 lliter/hari/100 ekor.
  • minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100 ekor.
  • minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor.
  • minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/ekor. Jadi total air minum 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.

Jangan lupa menambahkan produk nasa yang berupa poc nasa + viterna + hormonik ke dalam air minumnya dengan dosis 12.5 cc/ 10  liter air minum.

Pencegahan Penyakit

  • Serangan penyakit dapat dicegah dengan menjaga kebersihan kandang. Kandang harus selalu dibersihkan. Jika ada bagian yang rusak, harus segera diperbaiki. Agar kebal dari penyakit yang disebabkan virus, ayam perlu diberi vaksinasi. Vaksinasi untuk ayam antara lain vaksin NCD, vaksin cacar, dan vaksin anti-RCD. Ayam yang akan divaksinasi harus dalam keadaan sehat. Dosis vaksin juga harus tepat. Selain itu, alat yang digunakan juga harus steril.
  • Jangan lupa menambahkan produk nasa yang berupa poc nasa + viterna + hormonik ke dalam air minumnya dengan dosis 12.5 cc/ 10  liter air minum.Dan apabila ayam sudah menghasilkan telur maka pemberian produk nasa cuma viterna + poc nasa saja dan lakukan pemberian ke ternak per 3 hari sekali.

Pemanenan

Telur sebaiknya dipanen tiga kali sehari, yaitu pada pagi, siang, dan sore hari. Dengan demikian, kerusakan isi telur akibat virus dapat dihindari atau dikurangi. Telur selanjutnya diletakkan di atas egg tray (nampan telur). Telur abnormal harus dipisahkan dari telur normal.
Telur normal berbentuk oval, bersih, dan berkulit mulus. Beratnya sekitar 57,6 gram dengan volume 66 cc. Sementara telur abnormal adalah telur yang terlalu kecil, terlalu besar, bentuknya lonjong, atau kulitnya retak.


Responses

  1. terimakasih atas informasi yang telah dibagikan ,, semoga bermanfaat bagi pembaca….

    • iya sama-sama mas rahman,dan terima kasih juga atas kunjungannya…..

  2. terimakasih untuk informasinya, sangat bermanfaat sekali untuk saya. Kira kira berapa modal awal yang dibutuhkan untuk memulai usaha peternakan ayam petelur….? terimakasih

    • sama-sama mas didi dan terima kasih atas kunjungannya..untuk modal awalnya saya kurang tau mas,saya cuma menyediakan produk untuk membantu dalam hal peternakan,pertanian,perkebunan maupun perikanan..serta cara penggunaannya…untuk lebih jelasnya mas hubungi saya aja langsung di nomor 085277611188 atau 085830144014….terima kasih..

  3. salam kenal sebenarnya saya pengin tau cara berternak ayam petelur yg dekat dengan cilacap barangkali bisa bantu maturnuwun

    • Terima kasih atas kunjungannya mas,untuk cara beternak ayam pada prinsipnya sama,tinggal jenis pakan,serta vitamin yang di perlukan ayam tersebut.mas bisa menggunakan campuran viterna + poc nasa + hormonik dengan di campurkan pada air minum maupun pakan ayam..untuk lebih jelasnya mas bisa menghubungi saya di nmr 085277611188 atau 085830144014.terima kasih.

  4. nice info gan,membuat saya terinspirasi

    • Iya gan,dan terima kasih atas kunjungannya….

  5. saya sangat berminat sekali buka usaha ini. boleh sy bagi ilmunya dimana hrs pesen segala keperluan buat ternak ayam bertelur. dan apakah modal 50 juta cukup buat kandang+ayam+makananya. terima kasih

    • Terima kasih atas kunjungannya bu..untuk lebih jelasnya ibu bisa menghubungi saya di nomor 085277611188…terima kasih…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: