Oleh: nasa88 | 4 Oktober 2013

Penyakit Virus Kuning Dan Cara Pengendaliannya Pada Tanaman Cabai

Virus kuning CabaiPenyakit bulai atau yang sering disebut dengan Gemini virus adalah Virus kuning yang dapat menyerang tananaman cabai dengan cara ditularkan. Karena pada virus kuning tersebut tidak dapat menular dengan cara gesekan daun ataupun udara, tidak memiliki Gen jantan atau betina, tidak memiliki klorofil.

Maka setelah diketahui bahwa virus tersebut masuk dalam RNA/DNA atau yang sering disebut dengan kromosom yang penularannya melalui hama kutu kebul. Degan penjelasan Kutu kebul tersebut menghisap tanaman cabai yang sudah terkena virus kuning kemudian menghinggap pada tanaman cabai yang masih sehat dan kemudian mengeluarkan lendir yang masih mengidap virus kuning, kemudian virus tersebut menyebar didalam tubuh tanaman yang bersamaan dengan cairan yang ada didalam tubuh tanaman tersebut. Jadi virus tersebut yang berbentuk Gen yang dapat merusak jaringan pada tanaman yang berupa kromosom atau RNA/DNA, jadi virus kuning tersebut menghentikan kerjanya Gen kromosom / klorofil tersebut yang berupa asam amino. Sehingga tanaman tersebut dikuasai oleh Gen virus kuning.

Virus kuning tersebut dapat berkembang dalam waktu yang cukup lama yaitu sekitar 40-60 hari setelah tanaman ditusuk atau ditulari oleh kutu kebul. Dalam proses perkembangan virus tersebut pada tanaman yang memakan waktu cukup lama tersebut dapat langsung berkembang jika tanaman kurang sehat. Maka telah diketahui jika tanaman sehat maka virus kuning tersebut juga dapat terhambat perkembanganya.

Cara pengendaliannya :

  • Penyemprotan Pestisida Nasa yang berupa Pestona + pentana + aero -810 secara rutin,baik dari mulai tanaman belum terserang.Lakukan penyemprotan di sore hari.
  • Jika tanaman sudah terserang virus kuning maka satu-satunya cara yaitu dilakukan dengan cara dicabut dan dibakar atau dibuang pada tempat yang jauh dari pemukiman tanaman cabai.

 

Cara pencegahan :

  1. Semaian bebas virus kuning yaitu dengan cara:

  • Pada saat persemaian dilakukan dengan cara ditanam pada polibag satu persatu benih ditanam pada tiap polibag tidak dilakukan dengan cara disebar pada lahan persemaian.

  • Pemberian rumah sungkup dengan menggunakan kain kasa agar kutu kebul yang berfungsi sebagai vector tidak dapat masuk dalam persemaian.

  • Persemaian dilakukan dibelakang/tritisan rumah yang jauh dari tanaman cabai karena disekitar rumah tersebut tidak ada kutu kebul sebagai vektor.

  1. Sanitasi lingkungan dilakukan sebersih dan serapi mungkin terutama pada rerumputan yang biasa digunakan sebagai pengganti inang virus kuning tersebut, 

  2. Pengaturan jarak tanam dengan serapi mungkin dan tidak terlalu rapat, karena kutu kebul juga takut terhadap pemangsanya ditempat yang agak terbuka. Maka jarak tanam dapat diperlebar agar tajuk tanaman tersebut tidak bertumpuk-tumpukan.

  3. Olah tanah yang bagus yaitu dengan menyeimbangkan antara unsur makro dan mikro yang di perlukan tanaman.Atau dengan penggunaan Pupuk organik nasa seperti Super nasa + poc nasa + hormonik dengan pupuk kimia yang biasa di pakai yang su dah di kurangi 30 %-50 %.

  4. Meningkatkan stamina tanaman karena tanaman cabai tersebut juga melakukan perlawanan dengan virus tersebut.

  5. Irigasi yang yang baik.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: