Oleh: nasa88 | 4 November 2013

Pengendalian Penyakit Patek ( ANTRAKNOSA ) Pada Tanaman Cabai

penyakit patek cabaipenyakit antraknosa cabai

Sampai saat ini patek (antraknosa) masih merupakan penyakit utama tanaman cabai.Penyakit patek (antraknosa) sangat susah sekali dikendalikan jika sudah terlanjur menyerang. Kerugian yang ditimbulkan oleh penyakit patek bisa mencapai 100%.

Penyakit patek disebabkan oleh dua jenis jamur:

  1. Jamur Colletotricum capsici, serangan jamur ini pada cabai dicirikan dengan cara menginokulasi pada tengah buah cabai dan biasanya menyerang cabai yang sudah tua.
  2. Jamur Gloeosporium sp, jamur ini dicirikan dari jenis serangannya pada ujung cabai dan bisa menyerang pada cabai yang muda maupun tua.

Kedua jamur tersebut bisa menyerang sendiri-sendiri maupun bersamaan. Serangan jamur tersebut biasanya akan meningkat saat kelembaban tinggi disertai suhu udara yang tinggi pula.

Untuk mengendalikan penyakit patek (antraknosa) pada tanaman cabai tidak bisa dilakukan hanya saat sudah mulai terjadinya serangan, namun harus dimulai dari awal proses penanaman. Untuk lebih lengkapnya cara mengendalikan penyakit patek pada tanaman cabai bisa dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Pergunakan bibit yang sehat, jika menggunakan bibit sendiri jangan menggunakan dari bekas cabai yang terserang patek. Karena spora jamur tersebut mampu bertahan pada benih cabai.
  • Pilih lokasi lahan yang bukan bekas tanaman cabai, terong, tomat dll (satu famili dengan cabai). Spora Gloeosporium maupun Colletotricum mampu beradaptasi hidup dalam tanah dalam waktu tahunan
  • Tanamlah varietas cabai yang lebih tahan patek, biasanya cabai keriting lebih tahan terhadap penyakit patek.
  • Olah tanah yang bagus yaitu dengan menyeimbangkan antara unsur makro dan mikro yang di perlukan tanaman.Atau dengan penggunaan Pupuk organik nasa seperti Super nasa + poc nasa + hormonik dengan pupuk kimia yang biasa di pakai yang su dah di kurangi 30 %-50 %.
  • Pemakaian Agensi hayati nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah di fermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu,cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan ke lubang tanam sebelum bibit cabai di tanamkan.
  • Pergunakan pupuk dasar maupun kocoran yang rendah unsur Nitrogen, karena unsur N hanya akan membuat tanaman cabai menjadi rentan. Selain itu unsur N juga akan membuat tanaman menjadi rimbun yang akan meningkatkan kelembaban sekitar tanaman.
  • Perbanyak unsur Kalium dan Calsium untuk membantu pengerasan kulit buah cabai
  • Pergukanlah mulsa plastik untuk menghindari penyebaran spora jamur melalui percikan air hujan
  • Pergunakanlah jarak tanam yang ideal sesuai dengan varietas yang akan kita tanam, usahakan jangan terlalu rapat karena hal ini akan sangat membahayakan keselamatan tanaman cabai
  • Lakukan Penyemprotan agensi Hayati Nasa yang berupa Natural GLIO dengan di tambahkan Gula Putih / Gula merah.Lakukan Penyemprotan di sore hari di tanaman cabai terserang.
  • Lakukan perempelan untuk mengurangi krimbunan tanaman cabai
  • Pergunakan peralatan yang terbebas dari penyebab penyakit patek
  • Jika langkah-langkah diatas sudah dilakukan tetapi masih terjadi serangan penyakit patek maka segeralah buang tanaman yang sakit kalau perlu membakarnya.
  • Segeralah melakukan tindakan penyelamatan terhadap cabai yang belum terserang secepatnya (saya katakan secepatnya karena penyakit patek bisa menyebar dalam hitungan jam).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: